Franchise adalah model bisnis di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada pihak lain (franchisee) untuk menjalankan usaha menggunakan merek, sistem, dan standar operasional yang telah terbukti.
Model ini menarik karena menawarkan sistem yang sudah berjalan. Selain itu, franchisee langsung mendapatkan brand awareness, panduan operasional, serta dukungan pemasaran. Karena itu, banyak calon pengusaha memilih franchise dibanding membangun bisnis dari nol.
Namun demikian, Anda tetap harus memahami struktur biaya, aturan operasional, dan kewajiban royalti sebelum memutuskan.
Perbedaan Franchise dan Partnership4
Banyak orang masih menyamakan franchise dengan partnership. Padahal, keduanya berbeda secara fundamental.
| Aspek | Franchise | Partnership |
|---|---|---|
| Kepemilikan | Milik franchisor | Milik bersama |
| Sistem Operasional | Mengikuti standar pusat | Disepakati bersama |
| Pembagian Keuntungan | Franchisee bayar royalti | Dibagi sesuai kesepakatan |
| Kontrol Bisnis | Franchisor dominan | Setara antar mitra |
| Risiko | Tergantung reputasi merek | Ditanggung bersama |
Dalam franchise, franchisee menjalankan bisnis sesuai standar pusat. Sebaliknya, dalam partnership, semua pihak memiliki hak dan tanggung jawab setara.
Karena itu, jika Anda menginginkan sistem yang sudah jadi, franchise bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda ingin kebebasan penuh, partnership mungkin lebih cocok.
5 Jenis Franchise yang Perlu Anda Ketahui
1. Product Distribution Franchise
Franchisor memberikan hak distribusi produk kepada franchisee di wilayah tertentu. Model ini umum di industri minuman, otomotif, dan barang konsumsi.
2. Business Format Franchise
Model ini paling populer. Franchisor menyediakan sistem bisnis lengkap mulai dari SOP, pelatihan, hingga strategi pemasaran. Akibatnya, franchisee tinggal menjalankan sistem yang sudah terbukti.
3. Conversion Franchise
Bisnis yang sudah berjalan beralih menggunakan merek dan sistem franchisor. Biasanya terjadi di sektor hotel, restoran, dan pusat kebugaran.
4. Master Franchise
Franchisee mendapat hak mengembangkan dan menjual sub-franchise di wilayah tertentu. Karena itu, model ini cocok bagi investor besar.
5. Co-Branding Franchise
Dua merek bergabung dalam satu lokasi usaha. Misalnya, gerai minimarket yang sekaligus menjual makanan cepat saji. Strategi ini meningkatkan traffic dan potensi pendapatan.
Kelebihan Bisnis Franchise
1. Brand Sudah Dikenal
Franchisee langsung menikmati kekuatan merek. Akibatnya, proses penetrasi pasar menjadi lebih cepat.
2. Sistem Bisnis Teruji
Franchisor telah menyempurnakan sistem operasional. Karena itu, risiko trial and error dapat ditekan.
3. Dukungan Berkelanjutan
Franchisee memperoleh pelatihan, materi promosi, dan pendampingan. Selain itu, jaringan franchise memungkinkan berbagi praktik terbaik.
4. Daya Beli Lebih Kuat
Jaringan franchise biasanya memiliki kekuatan negosiasi lebih besar terhadap pemasok. Akibatnya, biaya operasional dapat ditekan.
Kekurangan Bisnis Franchise yang Sering Diabaikan
1. Investasi Awal Tinggi
Franchisee harus membayar biaya lisensi, peralatan, hingga royalti. Karena itu, modal awal sering kali lebih besar dibanding bisnis mandiri.
2. Kurang Fleksibel
Franchisee wajib mengikuti SOP pusat. Sementara itu, inovasi lokal sering kali dibatasi.
3. Pembagian Keuntungan
Franchisee harus membayar royalti secara berkala. Akibatnya, margin keuntungan bersih bisa berkurang.
4. Ketergantungan pada Merek
Jika reputasi pusat menurun, seluruh jaringan bisa terdampak. Karena itu, pemilihan brand sangat krusial.
Apakah Franchise Cocok untuk Anda?
Jika Anda ingin bisnis dengan sistem matang dan risiko lebih terkontrol, franchise bisa menjadi pilihan strategis. Namun, jika Anda mengutamakan kreativitas dan kebebasan penuh, model bisnis independen mungkin lebih sesuai.
Selanjutnya, lakukan riset menyeluruh sebelum membeli franchise. Analisis biaya, potensi pasar, serta dukungan franchisor. Jangan hanya tergiur popularitas merek.
Kesimpulan
Bisnis franchise menawarkan peluang besar dengan sistem yang telah teruji. Namun, model ini juga memiliki risiko dan keterbatasan. Karena itu, Anda harus memahami jenis, kelebihan, serta kekurangannya sebelum mengambil keputusan.
Akhirnya, keputusan terbaik selalu lahir dari perencanaan matang dan analisis objektif.
Untuk mendapatkan insight bisnis terbaru dan strategi go-digital lainnya, pastikan Anda selalu mengikuti pembaruan artikel di https://upbussines.com